Lantik Rektor UMN dan Direktur RSI Ibnu Sina Panti, Ketua Pembina YARSI Sumbar: Amanah Adalah Takdir dan Ladang Dakwah
PADANG – Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI) Sumatera Barat kembali memperkuat barisan kepemimpinannya. Sabtu, 7 Februari 2026 di Sekretariat Yarsi Sumatera Barat, dalam prosesi yang berlangsung khidmat dan sederhana, Afridian Wirahadi Ahmad, SE., M.Sc., Ak. CA., CGAE resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Mohammad Natsir (UMN) Bukittinggi Periode 2026-2030, dan dr. Resco Gempita sebagai Direktur RSI Ibnu Sina Panti Periode 2026-2030.
Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum YARSI Sumbar dr. Erman Ramli, Sp.OG(K) FISQua, Ketua Pembina Prof. Dr. Zainul Daulay, SH., MH, Anggota Pembina H. Muchlis Hasan, Sp.OG, Ketua Pengawas Prof. Emrizal, serta tamu undangan seperti Direktur Politeknik Negeri Padang, Ir. Revalin Herdianto, ST., M.Sc., Ph.D.
Kepemimpinan Berbasis Kinerja dan Target Terukur
Ketua Umum YARSI Sumbar, dr. Erman Ramli, dalam sambutannya menegaskan bahwa penunjukan kedua pimpinan ini telah melalui perhitungan yang matang. Ia menekankan bahwa sesuai ART YARSI Sumbar, jabatan pimpinan unit kini berbasis kinerja.
"Setiap pimpinan menandatangani pakta integritas dan akan dievaluasi setiap tahun. Target organisasi harus tercapai secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas dr. Erman.
Pesan Mendalam Ketua Pembina: Amanah sebagai Takdir Allah
Ketua Pembina YARSI Sumbar, Prof. Dr. Zainul Daulay, SH., MH, menyampaikan pesan yang menyentuh sisi spiritualitas kepemimpinan. Beliau mengingatkan bahwa amanah bukanlah sekadar jabatan, melainkan misteri takdir dari Allah SWT.
Beliau mengutip saripati dari Al-Qur'an Surah Ali Imran Ayat 26:
" Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.'"
"Amanah ini adalah takdir. Tidak semua orang mendapatkannya. Maka, jalankanlah dengan penuh tanggung jawab," ujar Prof. Zainul. Beliau juga menambahkan bahwa di balik kesuksesan seorang pemimpin yang kuat, terdapat doa dan dukungan dari istri yang shalehah serta anak-anak yang shaleh.
YARSI Sumbar sebagai Ladang Amal Dakwah Bil Hal
Prof. Zainul Daulay juga mengenang kembali sejarah berdirinya YARSI Sumbar oleh para tokoh bangsa sebagai wadah perjuangan umat. "Yayasan ini adalah ladang amal dakwah bil hal (dakwah dengan perbuatan nyata). Keberadaan YARSI harus melahirkan insan-insan berakhlak mulia demi terwujudnya Izzul Islam wal Muslimin (kemuliaan Islam dan umat Muslim)," tambahnya.
Beliau juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Direktur Politeknik Negeri Padang, Ir. Revalin Herdianto, atas dukungan yang konsisten dalam upaya bersama membangun lembaga umat di Sumatera Barat.
Kehadiran Kolega secara Virtual
Meskipun sebagian besar tamu hadir secara fisik, keluarga besar YARSI lainnya menyaksikan prosesi ini secara virtual, termasuk para Direktur RSI Ibnu Sina se-Sumatera Barat, Direktur PT. Masyithah Wenny Sofia, S.E., M.M., serta Ns. Liza Merianti, S.Kep., M.Kep (Pjs. Rektor Universitas Mohammad Natsir).
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik tolak baru bagi Universitas Mohammad Natsir dan RSI Ibnu Sina Panti untuk memberikan kontribusi terbaiknya bagi nusa, bangsa, dan agama.
Salam hormat,
Jimmi Syah Putra Ginting
Sekretaris Yarsi Sumatera Barat